Keranjang

Belum ada produk
Keranjang masih kosong

Parfum yang kamu pilih akan tampil di sini.

Panduan Parfum

Apa Itu EDT, EDP, Parfum, dan Extrait de Parfum? Ini Perbedaannya

  • Oleh SecondScent
  • 23 Jul 2026

Apa perbedaan EDT, EDP, Parfum, dan Extrait de Parfum? Kenali tingkat konsentrasi, karakter aroma, serta faktor yang memengaruhi projection dan ketahanan parfum. EDP memiliki konsentrasi lebih tinggi, tetapi belum tentu selalu lebih kuat atau lebih awet daripada EDT.

BdC

Saat memilih parfum, kita sering menemukan istilah seperti EDT, EDP, Parfum, hingga Extrait de Parfum pada nama atau kemasannya. Istilah tersebut umumnya menunjukkan tingkat konsentrasi bahan aromatik yang digunakan dalam suatu parfum.

Semakin tinggi konsentrasinya, biasanya aroma terasa lebih padat dan bertahan lebih lama. Namun, EDP belum tentu selalu lebih kuat atau lebih awet daripada EDT. Performa parfum juga sangat dipengaruhi oleh formula dan karakter aroma yang digunakan.

Jenis-Jenis Konsentrasi Parfum

Eau Fraîche

Eau Fraîche memiliki konsentrasi bahan aromatik yang sangat ringan, biasanya sekitar 1–3%. Aromanya terasa tipis, segar, dan cocok digunakan untuk menyegarkan diri dalam waktu singkat.

Eau de Cologne atau EDC

Eau de Cologne umumnya memiliki konsentrasi sekitar 2–5%. Jenis ini sering didominasi aroma citrus, herbal, atau aromatic yang ringan.

EDC biasanya cocok digunakan pada cuaca panas atau setelah mandi, tetapi daya tahannya relatif singkat sehingga mungkin perlu disemprotkan kembali setelah beberapa jam.

Eau de Toilette atau EDT

Eau de Toilette biasanya mengandung sekitar 5–15% bahan aromatik. EDT cenderung terasa lebih ringan, segar, dan mudah digunakan sehari-hari.

Banyak parfum dengan karakter citrus, aquatic, green, atau aromatic hadir dalam konsentrasi EDT karena memberikan kesan yang lebih cerah dan menyebar dengan baik.

Eau de Parfum atau EDP

Eau de Parfum umumnya memiliki konsentrasi sekitar 15–20%. Dibandingkan EDT, EDP biasanya terasa lebih padat, lebih kaya, dan memiliki perkembangan aroma yang lebih dalam.

EDP sering digunakan pada parfum dengan karakter floral, fruity, amber, gourmand, vanilla, spicy, atau woody. Jenis ini cocok untuk pemakaian harian maupun acara malam, tergantung pada komposisi parfumnya.

Parfum atau Extrait de Parfum

Parfum, Pure Parfum, atau Extrait de Parfum biasanya memiliki konsentrasi sekitar 20–40%, meskipun angkanya dapat berbeda pada setiap merek.

Aromanya cenderung lebih pekat, halus, dan menempel dekat pada kulit. Extrait tidak selalu memiliki projection yang sangat besar, tetapi sering menawarkan aroma yang lebih kaya dengan daya tahan yang panjang.

Apakah EDP Pasti Lebih Awet daripada EDT?

Tidak selalu.

Konsentrasi memang memengaruhi performa parfum, tetapi bukan satu-satunya faktor. Sebuah EDT dapat terasa lebih kuat dan menyebar lebih jauh daripada EDP apabila formulanya menggunakan bahan-bahan yang lebih mudah tercium di udara.

Beberapa faktor lain yang memengaruhi performa parfum antara lain:

Karakter aromanya

Parfum dengan karakter manis, amber, vanilla, gourmand, woody, resinous, musky, atau spicy biasanya terasa lebih padat dan tahan lama.

Sebaliknya, aroma citrus, aquatic, green, fresh, ozonic, dan aromatic cenderung lebih ringan karena banyak menggunakan molekul yang cepat menguap.

Jenis bahan yang digunakan

Bahan seperti citrus dan beberapa aroma herbal biasanya lebih volatil. Sementara itu, vanilla, patchouli, oud, musk, resin, tonka bean, dan berbagai jenis kayu umumnya bertahan lebih lama.

Struktur dan formula parfum

EDT dan EDP dari nama parfum yang sama belum tentu hanya berbeda jumlah minyaknya. Parfumer dapat mengubah komposisi, menambahkan notes tertentu, atau mengurangi bahan lain agar masing-masing konsentrasi mempunyai karakter tersendiri.

Karena itu, versi EDP terkadang bukan sekadar versi EDT yang dibuat lebih pekat.

Kondisi kulit

Parfum biasanya lebih cepat menghilang pada kulit yang kering. Kulit yang cukup lembap cenderung membantu aroma menempel lebih lama.

Cuaca dan suhu

Cuaca panas membuat parfum lebih cepat menguap dan menyebar. Sementara itu, suhu dingin dapat membuat aromanya terasa lebih tenang dan kurang projecting.

Cara dan lokasi penyemprotan

Jumlah semprotan, lokasi aplikasi, jenis pakaian, serta jarak penyemprotan juga dapat memengaruhi projection dan longevity parfum.

Mana yang Sebaiknya Dipilih?

Pilihlah berdasarkan karakter aroma dan kebutuhan, bukan hanya berdasarkan konsentrasi.

EDT dapat menjadi pilihan tepat untuk cuaca panas, aktivitas harian, atau ketika menginginkan aroma yang ringan dan menyegarkan. EDP cocok untuk aroma yang lebih kaya dan penggunaan yang lebih panjang. Sementara itu, Parfum atau Extrait dapat dipilih ketika menginginkan pengalaman aroma yang lebih padat dan intim.

Pada akhirnya, label konsentrasi hanya memberikan gambaran awal. Cara terbaik untuk mengetahui performa parfum adalah dengan mencobanya langsung pada kulit dan mengamati perkembangannya selama beberapa jam.

Sebab dalam dunia parfum, konsentrasi yang lebih tinggi tidak selalu berarti performa yang lebih baik.